Faktasulbar.com, Mamuju — Keluhan terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite kembali mencuat. Unggahan di akun Facebook Ilham di beberapa Grub Facebook info Sulawesi Barat dan MAMASA COMMUNITY menyoroti praktik yang diduga terjadi di SPBU Keang, Kabupaten Mamuju Perovinsi Sulawesi Barat (Sulbar) disebut‑sebut melibatkan kerja‑sama oknum penimbun dan karyawan SPBU.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan dugaan ilegal ini diduga berjalan terang‑terangan menggunakan kendaraan bermodifikasi tangki siluman, tangki penampungan tambahan, serta jerigen dalam.
Pelaku disebut membeli Pertalite seharga Rp10.600 per liter. Untuk setiap jerigen berkapasitas 30 liter, oknum di SPBU diduga meminta biaya tambahan pengamanan sebesar Rp10 000, sehingga total biaya sekali isi mencapai Rp328 000 per jerigen.
Praktik yang diduga terstruktur ini dinilai merugikan masyarakat yang seharusnya dapat menikmati subsidi energi dari pemerintah.
“Gambar yang ada saat ini hanyalah sebagian kecil dari bukti yang kami punya, ini sebagai bentuk teguran pertama. Jika kejahatan ini terus berlanjut, jangan salahkan saya jika saya unggah semua bukti dan rekaman video kegiatan kalian baik siang maupun malam,” tegas Ilham.
Ia juga menyatakan bersedia menyerahkan bukti lebih lengkap jika aparat penegak hukum membutuhkannya.
“Silakan ditindak tegas. Jika kepolisian butuh bukti yang lebih akurat, kami siap membantu,” ujarnya.
Tanggapan Pemilik SPBU Keang
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Minggu (25/10/2025), pemilik SPBU Fadli Sandi menyatakan saat ini pihaknya sudah tidak lagi melayani pembelian dengan surat rekomendasi.
“Nanti saya coba tanya lagi anggota saya apakah masih ada yang menyelundup. Sekarang pembelian sudah dibatasi: 40 liter untuk mobil dan 5 liter untuk motor, jadi kecil kemungkinan ada penyelundupan,” jelasnya.
Ia menambahkan pasokan BBM terakhir masuk tiga hari sebelum keluhan beredar, dan jatah bulan ini sudah habis karena hanya tujuh tangki yang diterima. Pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan operator dan Pertamina untuk memverifikasi informasi unggahan warga.
“Sudah saya koordinasi dengan operator, tidak ada pengisian tangki siluman maupun menaikkan harga. Sekarang saya minta operator cari tahu siapa yang memposting ke media sosial. Semalam juga sudah ada informasi dari Pertamina terkait hal ini,” ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pemilik SPBU masih akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk menyiapkan pernyataan resmi. Redaksi masih menunggu informasi lanjutan guna memferifikasi penyataan untuk berita tersebut.
Media ini membuka hak jawab lanjutan dari pihak SPBU dan Pertamina untuk kepatingan keterbukaan informasi kepada masyarakat luas.

