Faktasulabr.com Mamuju – dugaan suap yang dilakukan oleh oknum DPRD Sulbar akhirnya terkuak. Sebuah dokumen laporan yang bocor ke publik, menjadi perbincangan hangat.
Dalam hal ini oknum anggota DPRD Sulbar melakukan praktik suap menyuap untuk meloloskan verifikasi SPPG miliknya.
Dilansir dari media bukapesan.com bahwa, Dalam surat laporannya kepada Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, legislator inisial “R”.
Adapun kronologi upaya permintaan sejumlah uang demi meloloskan verifikasi Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) milik Yayasan Masadepan Bangsa di Kabupaten Polewali Mandar.
Drama ini bermula pada 24 Mei 2025. Dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp yang dilampirkan, sosok berinisial MFJ yang menjabat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Polewali Mandar, diduga mulai menebar jaring.
MFJ menawarkan “jalur kilat” dengan istilah “Pke Ordal” (Pakai Orang Dalam). Ia meyakinkan “R” bahwa akun yayasannya masih tertahan di tahap awal dan menyarankan jalur non-prosedural agar verifikasi titik dapur AA0JPRPH segera tuntas.
”Pelaku menawarkan orang dalam untuk mempercepat proses pendaftaran dapur saya, sehingga saya terpengaruh,” tulis “R” dalam surat laporannya.
Komunikasi intens berlanjut hingga akhir Mei 2025. Setelah meminta data ID Mitra dan menginstruksikan pengunggahan foto kelengkapan dapur ke situs web resmi BGN, MFJ diduga mulai menunjukkan niat aslinya.
Puncaknya terjadi pada 31 Mei 2025. Melalui sambungan telepon dari MFJ disebut meminta nominal mahar Tak tanggung-tanggung, mahar senilai Rp50.000.000 untuk meloloskan verifikasi dapur milik inisial R
Pada tanggal 2 Juni 2025 oknum inisial R berhasil mentransferkan uang sebesar Rp 30 juta melalui kerabatnya dan bukti transfer Rp.20 juta pada 3 Juni 2025 dari inisial R itu sendiri.
Sikap Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulbar yang sebelumnya sempat ragu memproses karena “kurang data” kini kehilangan alasan. Fakta bahwa “R” sendiri yang melaporkan oknum BGN menandakan adanya konflik kepentingan yang nyata dalam tata kelola program gizi di daerah.
Media ini telah mengkonfirmasi inisial R melalui sambungan telephone namun tidak gubris meski beberapa kali dihubungi.

