Ekonomi Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,20% di Triwulan II 2026, Konstruksi & Administrasi Pemerintahan Jadi Penopang Utama

Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,20% di Triwulan II 2026, Konstruksi & Administrasi Pemerintahan Jadi Penopang Utama

oplus_2

Faktasulbar.com Mamuju — Perekonomian Provinsi Sulawesi Barat tetap mencatatkan pertumbuhan positif pada Triwulan II Tahun 2026, meski lajunya sedikit melambat dibandingkan periode sebelumnya.

Berdasarkan data kinerja perekonomian, Sulbar tumbuh sebesar 5,20 persen (yoy), turun tipis dari 5,35 persen pada triwulan sebelumnya dan sedikit di bawah angka pertumbuhan nasional yang mencapai 5,29 persen.

Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai sektor utama dari sisi lapangan usaha maupun pengeluaran.

Sisi Lapangan Usaha

Sekda Sulbar Bersama Kalaksa BPBD Terima Kunjungan Kepala Balai Dalkarhut, Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla

  • Konstruksi tumbuh paling tinggi yakni 12,90 persen, didukung belanja modal pembangunan jalan, jembatan, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bersumber APBN.
    ​
  • Administrasi Pemerintahan naik 10,34 persen, seiring penambahan ASN dan pemberian gaji ke-13.
    ​
  • Pertanian tumbuh 3,62 persen, melambat akibat penurunan produksi kelapa sawit, perikanan, dan padi, meski ditahan oleh kenaikan hortikultura serta peternakan.
    ​
  • Industri Pengolahan naik 5,05 persen, terdampak perlambatan produksi CPO dan pasokan TBS sawit.
    ​
  • Perdagangan tumbuh 5,02 persen, melambat seiring arus komoditas tanaman pangan, perkebunan, serta penjualan kendaraan bermotor.

Sisi Pengeluaran

  • Ekspor naik 11,51 persen, ditopang kenaikan harga CPO di pasar global.
    ​
  • Investasi (PMTB) tumbuh 9,11 persen, didukung proyek jalan, jembatan, SPPG, dan KDKMP.
    ​
  • Konsumsi Pemerintah naik 9,76 persen, melambat akibat penurunan transfer sosial Program Makan Bergizi Gratis.
    ​
  • Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 4,41 persen, melambat pasca-normalisasi konsumsi pasca-Ramadan serta penurunan pembelian barang tahan lama.

Inflasi Tetap Terjaga

Kestabilan harga di Sulbar pada Agustus 2026 tetap berada dalam sasaran nasional. Inflasi tahunan tercatat 2,29 persen, jauh lebih rendah dari inflasi nasional 3,19 persen. Secara bulanan terjadi inflasi tipis 0,11 persen.

Secara wilayah, inflasi Mamuju mencapai 3,90 persen, sementara Mejene tercatat 1,27 persen. Tekanan harga dipengaruhi pasokan ikan dan komoditas sayur, namun tertahan oleh penurunan harga beras, bawang, dan cabai merah berkat panen serta pasokan memadai.

KPwBI Sulbar terus memperkuat sinergi dengan TPID melalui strategi 4K — keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif — guna menjaga stabilitas harga.

Jelang Musim Kemarau Berakhir, Gubernur Sulbar Imbau Warga Waspadai Banjir dan Longsor

Mandarpreneur Fair 2026, Langkah Penguatan Ekonomi Inklusif

Penguatan ekonomi juga difokuskan pada pemberdayaan UMKM melalui program Mandarpreneur Ecosystem. Puncaknya, Mandarpreneur Fair 2026 digelar 24–26 September di Maleo Town Square Mamuju dengan tema “Malaqbi Berkarya: Tumbuh, Terhubung, Berdaya”.

Kegiatan ini mencakup pameran, pendampingan digitalisasi usaha, pembiayaan, serta pelatihan. Diharapkan dapat membuka akses pembiayaan sosial syariah senilai Rp555 juta dan kerja sama antardaerah Rp3,8 miliar.

Dengan langkah-langkah tersebut, perekonomian Sulbar diproyeksikan terus tumbuh berkelanjutan, ditopang sinergi pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha di seluruh wilayah.

Sumpah Pemuda ke-98, Gubernur Suhardi Duka Ajak Generasi Muda Berani Bermimpi Tanpa Kehilangan Kelembutan Hati
× Advertisement
× Advertisement