Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Dugaan Jual Beli Jabatan di Mamasa Mencuat, Nama “Konsultan” Disebut — Pihak Keluarga: Laporkan Jika Ada Bukti

Dugaan Jual Beli Jabatan di Mamasa Mencuat, Nama “Konsultan” Disebut — Pihak Keluarga: Laporkan Jika Ada Bukti

Faktasulbar.com — Mamasa — Isu dugaan praktik jual beli jabatan Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamasa mencuat ke permukaan. Kabar ini bermula dari unggahan yang beredar di media sosial, tepatnya di grup Facebook Warkop To Mamasa Community, yang menyebut adanya transaksi terkait pengisian jabatan strategis di daerah tersebut.

Dalam pemberitaan yang beredar, salah satu nama yang disebut-sebut menerima pembayaran adalah Gazali, yang diketahui sebagai konsultan pendukung Bupati dan Wakil Bupati Mamasa.

Terkait hal itu, pihak keluarga memberikan tanggapan melalui adiknya, Gunawan. Ia menyampaikan bahwa Gazali saat ini sedang sakit dan sudah satu minggu menjalani perawatan di rumah sakit, sehingga belum dapat memberikan klarifikasi langsung.

“Jika memang betul adanya jual beli jabatan dan memiliki bukti yang melibatkan kakak saya, silakan dilaporkan kepada pihak berwajib,” tegas Gunawan melalui pesan WhatsApp, Senin (28/9/2026).

LSM Desak Polres Majene Ungkap Kasus Dugaan Penganiayaan Ilham, Saksi Dugaan Penipuan Revitalisasi Sekolah Dan Harap Polisi Beri Perlindungan

Gunawan menegaskan, persoalan ini perlu dibawa ke jalur hukum agar menjadi terang dan tidak terus-menerus menjadi isu yang meresahkan masyarakat sekaligus mencemarkan nama baik pihak yang disebut.

“Menurut saya, laporkan saja supaya terang benderang dan tidak menjadi bola liar di kalangan masyarakat. Ini sudah masuk pencemaran nama baik. Sejak awal pemberitaan muncul, kakak saya sudah ingin memberikan klarifikasi, namun kondisinya belum memungkinkan karena masih dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Ia juga mengajak pihak-pihak yang merasa dirugikan untuk menyampaikan secara terbuka dan membuktikan jika benar ada pemberian uang demi mendapatkan jabatan Kepala Dinas tersebut.

“Sampaikan secara jujur, apakah benar ada pemberian uang untuk menjadi kepala dinas. Jika ada, silakan buktikan,” tambahnya.

Hingga saat ini belum ada pihak lain yang mengemukakan bukti terkait dugaan tersebut. Pemberitaan ini akan terus dipantau perkembangannya.

Pansus DPRD Sulbar Sepakati Draf Final Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Siap Melangkah ke Tahap Penetapan

× Advertisement
× Advertisement